Review Pengalaman Menggunakan Printer Infus Canon Pixma IP2770

Technoprinter.co.id – Sebagai seorang mahasiswa, memiliki printer adalah yang bisa dibilang wajib, khususnya oleh seorang mahasiswa tingkat akhir. Selain dapat menghemat biaya, nilai positif lainnya juga bisa memberikan kemudahan bagi kita untuk tidak bingung cari warnet atau tempat print lagi.

Tung dihitung – hitung, kalau sebagai mahasiswa kita tidak memiliki printer sendiri otomatis setiap mengerjakan tugas baik tugas akhir atau skripsi akan mengeluarkan biaya yang tidak murah. Pasalnya, setiap satu lembar print – printan dengan tinta hitam kurang lebih harganya sekitar Rp. 300-500, kebayang kan kalau misal ngeprint 30 lembar saja sudah habis berapa ? 🙂

Dari permasalahan tersebut lah, saya lebih memilih untuk membeli printer infus merk canon IP2770 kondisi baru dengan harga saat itu Rp. 600.000. Nah namanya juga printer baru, sekalian deh fullset mulai dari tinta dan tidak lupa juga untuk percobaan printnya (Print Test).

Awal penggunaan printernya pun begitu lancar. Namun saat cartridgenya tinggal sedikit saya mulai was – was, karena tinta pada bagian selangnya tidak normal pada umumnya (baca: masuk angin).

Sengaja deh saya coba googling , baca artikel dan lihat video cara memperbaiki printer masuk angin. Ada yang memberikan saran untuk menggunakan cara deep cleaning, suntik, buka cartridge dan tiup selangnya dan cara aneka cara sederhana lainnya.

Daripada ribet, akhirnya saya pun coba putuskan untuk cari jasa service printer panggilan via online alias dengan googling yang ada di sekitaran Kota Surabaya. Setelah dapat nomor kontaknya, langsung deh saya hubungi via WhatsApp untuk menanyakan terkait permasalahan printer saya dan tarif service printer masuk angin, dan biaya jasa servicenya dikenai Rp 75.000,- berhubung di dompet ternyata ada duit segitu dan segera deh saya iyakan, daripada tunggu lama – lama malah yang ada printer tidak jadi di service malah bisa kacau nih tugas.

Ternyata biaya tersebut sudah termasuk dari biaya jemput dan antarnya.. Wuiss… Murah Ngetsss! Jam 3 sore saya janjian sama tukang service printernya, untuk mengambil printer saya yang rusak, dan ternyata tidak jadi diambil, melainkan malah diperbaiki secara langsung di tempat karena memang tukang servicenya juga membawa toolkit alias peralatan servicenya sendiri.

Utak atik, utak ketemu atik. taraaa!!! maka printer saya pun sudah bisa dan bahkan sama tukang servicenya diajari untuk mencegah penyakit masuk angin yang sering terjadi pada printer infus.. Waduh! baik banget nih mas masnya..